LAPORAN  PRATIKUM DENDROLOGI

CONIFERALES DAN CYCADALES

 

 

 

 

DOSEN PEMBIMBING :

Dr.Ir. HAMZAH . M.si

 

 

DISUSUN OLEH :

YOGA RANANDA

D1D011118

 

 

 

JURUSAN KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2012/2013

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.LATAR BELAKANG

 

Gymnospermae artinya tumbuhan biji telanjang atau biji terbuka. Istilah ini digunakan karena bakal biji tumbih-tumbuhan ini tidak tertutup oleh daun buah. Berdasarkan catatan geologis dalam kerangka waktu teori evolusi, tumbuhan gymnospermae sudah muncul pada zaman karbon atau kira-kira 345 juta tahun yang lalu. Sebagian besar anggota gymnospermae sudah menjadi fosil. Pada umumnya semua Gymnospermae mempunyai habitus sebagai perdu dan pohon tidak ada yang berupa herba. Jumlah spesiesnya mencapai720 spesies.

 

Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae)  Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah. Berdasarkan fosil yang ditemukan, tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu. Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil.

 

Gymnospermae merupakan tunbuhan yang juga memiliki jaringan pembuluh, yaitu xylem dan floem. Gymnospermae memiliki beberapa ordo, meliputi 3 ordo yang telah punah yaitu Pteridospermae, Bennetiales, dan cordaitales. Sedangkan 4 ordo lagi merupakan Gymnospermae masa kini, yaitu ordo Cycadales, Ginkgoales, Coniferales, dan Gnetales.

 

Pada pratikum kali ini, kami membahas mengenai ordo cycadales dan coniferales. Bentuk dan bagaimana ciri dari masing-masing ordo tersebut.

 

 

 

 

1.2.TUJUAN

 

  • Untuk mengetahui perbedaan-perbedaan antara satu family
  • Untuk mengetahui bagaiman ciri-ciri morfologi dari satu tumbuhan.

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:

 

  1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar
  2. Bentuk perakaran tunggang
  3. Daun sempit, tebal dan kaku
  4. Tulang daun tidak beraneka ragam
  5. Tidak memiliki bunga sejati
  6.  Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung.
  7. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.

 

Coniferales

Coniferales artinya tumbuhan pembawa kerucut, karena alat reproduksi jantan atau betina berupa strobilus. Ada dua strobilus, yaitu strobilus biji atau strobilus betina dan strobilus jantan strobilus serbuk sari.seperti halnya tumbuhan gymnospermae yang lain. Meskipun Coniferales banyak ditemukan pada zaman sekarang, sebenarnya merupakan tumbuhan purba yang pernah hidup dominant pada zaman karbon atas ( 345 juta tahun lalu). Anggota Coniferales merupakan tumbuhan `evergreen` (selalu hijau ).

Adapun ciri umum ordo Coniferales adalah

  1. Tanaman berupa pohon, daun berbentuk jarum, serta ada yang berumah satu dan berumah dua.
  2. Pohon pinus dan cemara banyak hidup di Eropa bagian pegunungan. Di Eropa tanaman pinus dan cemara disebut evergreen, artinya daunnya tetap hijau sepanjang masa.

Ordo Coniferales memiliki 4 famili, yaitu:

  1. Familia Araucariaceae

Genus : Araucaria, Agathis

Ciri-ciri familia Araucariaceae:

1) Evergreen trees, mengandung resin.

2) Daun tersusun spiral atau 2 tingkat, kaku, serupa paku, linear atau ovatus, sering meruncing.

3) Strobilus uniseksualis, terminalis atau aksilar.

Strobilus jantan dgn banyak mikrosporofil masing-masing dengan 4-19 mikrosporangia. Strobilus betina mirip gada atau bulat, dengan ovulum soliter dengan bagian memipih serupa sayap.

4) Kecambah dengan 2-4 cotyledon.

Contoh : Araucaria sp. dan Agathis alba

Araucaria sp.:

Agathis alba:

  1. Familia Podocarpaceae

Ciri-ciri familia Podocarpaceae :

1) Terdapat di belahan bumi selatan.

2) Perdu atau pohon; daun tersusun spiral atau berseling, bentuk menyerupai sisik, serupa jarum sampai lancealatus.

3) Strobilus uniseksualis, dioecious, aksilaris

Strobilus jantan berbentuk conus dengan banyak mikrosporofil, dua mikrospangia pada tiap mikrosporofil. Strobilus betina hanya memiliki satu sampai beberapa ovuli yang soliter, sering dengan pembungkus sukulen epimatium (homolog dengan sisik pembawa ovuli) atau tertanam dalam arilus bentuk cawan (Phyllocladus).

4) Mikropil pada Podocarpus menghadap ke bawah.

Contoh : Podocarpus imbricatus, Podocarpus polystachyus

Podocarpus sp betina dan jantan

  1. Familia Pinaceae

Genus : Pinus

Ciri-ciri familia Pinaceae :

1) Pohon berkayu, strobilus bentuk conus.

2) Daun bentuk jarum & berkelompok atau serupa sisik, daun dan sisik tersusun spiral, sisik dan braktea lepas.

3) Tiap sisik dengan dua (2) biji bersayap.

4) Strobilus jantan dan betina dalam satu pohon; strobilus jantan lebih kecil dari pada strobilus betina (berkayu), terletak aksilaris.

5) Penyerbukan & penyebaran biji dengan bantuan angin.

6) Serbuk sari dengan dua gelembung udara.

7) Cotyledon banyak.

Contoh : Pinus merkusii

Strobilus betina pada Pinus merkusii

Klasifikasi       :           Pinus
Divisi               :           Coniferophyta
Kelas               :           Pinopsida
Bangsa                        :           Pinales
Suku                :           Pinaceae
Marga              :           Pinus
Jenis                :           Pinus merkusii

  1. Familia Cupressaceae

Genus : Cupressus

Ciri-ciri familia Cupressaceae :

1) Daun bentuk sisik dan tersusun berhadapan atau berseling, sisik dan braktea bersatu.

2) Tiap braktea dengan sejumlah biji kecil tanpa sayap.

3) Strobilus jantan dan betina dalam satu pohon, strobilus jantan berbentuk kerucut, strobilus betina berbentuk bulat, terletak aksilaris.

4) Penyerbukan & penyebaran biji dengan bantuan hewan.

5) Cotyledon banyak.

Contoh : Cupressus sp., Juniperus communis, Thuja gigantean

Cupressus sp.

Contoh tumbuhan Coniferales :

Agathis alba (damar), Pinus merkusii (pinus), Cupressus sp., Araucaria sp., Sequoia sp., Juniperus sp. dan Taxus sp.

Manfaat:

Tumbuhan dari ordo ini banyak dimanfaatkan oleh manusia. Misalnya, batang pinus digunakan untuk bahan industri kertas dan korek api. Sedangkan damar digunakan untuk minyak terpentin dan obat – obatan. Selain itu, cemara juga dapat digunakan sebagai tanaman hias.

 

Cycadales,

Ordo ini dicirikan dengan bentuk dan susunan daun yang mirip dengan pohon palem. Batang tidak bercabang, akar serabut, dan ujung daun mudanya menggulung seperti daun tumbuhan paku muda, termasuk dalam tumbuhan berumah dua. Alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada pohon yang berbeda. Pohon jantan mempunyai tongkol dengan kotak-kotak berisi serbuk sari. Pohon betina membentuk daun buah yang pipih yang pada lekukan tepi daun buah terdapat bakal biji.Ordo ini beranggotakan sembilan genus yang masih hidup sampai sekarang dan meliputi sekitar 100 spesies. Meskipun tumbuhan ini tidak ditemukan dalam fosil diduga sudah muncul pada zaman trias sampai kapur awal. Tanda-tanda khas golongan ini adalah batang tidak bercabang, daun majemuk tersusun sebagai tajuk di pucak pohon. Cycadales baik ditemukan baik di wilayah tropic maupun subtropik, misalnya Zamia dan Cycas rumphii (pakis haji).

 

 

Adapun ciri – ciri umum dari ordo Cycadales adalah :

  1. Berupa pohon, seperti kelapa sawit dengan pertulangan daun sejajar. Batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon.
  2. Berumah dua, artinya ada tanaman jantan yang menghasilkan strobilus jantan dan tanaman betina yang menghasilkan strobilus betina pada tanaman yang berbeda.
    Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar. Meskipun demikian, rata – rata reproduksinya rendah. Dari 15 – 20 strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat yang sama, strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan, serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi.
  3. Daun berbagi menyirip, tersusun roset batang, daun muda menggulung.
  4. Mirip palma berkayu berbentuk pohon atau semak.
  5. Strobilus terminalis, uniseksualis, dioecious.
  6. Strobilus jantan mengandung banyak sekali mikrosporofil yang tersusun spiral dengan mikrosporangia pada permukaan bawah.
  7. Gamet jantan (spermatozoid) motil, di lingkungan air, penting untuk penyerbukan.
  8. Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil.
  9. Megasporofil mirip bulu ayam, tersusun longgar di ujung batang atau tersusun rapat dan kompak.

PAKIS HAJI

Klasifikasi Pakis Haji

Kingdom : Plantae (tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)

Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)

Divisio : Cycadophyta (sikas)

Kelas : Cycadopsida

Ordo : Cycadales

Familia : Cycadaceae

Genus : Cycas

Spesies : Cycas rumphii Miq

 

Pakis haji berbentuk seperti kelapa sawit dan sering digunakan untuk tanaman hias. Jenis ini dapat ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Pakis haji (aji) atau populer juga dengan nama sikas adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakis haji atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku Cycadaceae.

Pakis haji berhabitus mirip palem, namun sebenarnya sangat jauh kekerabatannya. Kemiripan ini berasal dari susunan anak daunnya yang tersusun berpasangan. Semua pakis haji berumah dua (dioecious) sehingga terdapat tumbuhan jantan dan betina. Serbuk sari dihasilkan oleh tumbuhan jantan darirunjung besar yang tumbuh dari ujung batang. Alat betina mirip daun dengan biji-biji tumbuh dari samping. Alat betina tumbuh dari sela-sela ketiak daun. Walaupun ia disebut “pakis”, dan daun mudanya juga mlungkerpakis sejati, pakis haji sama sekali bukan anggota tumbuhan berspora tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PRATIKUM

 

3.1. WAKTU DAN TEMPAT

            Adapun pratikum dendrologi ini dilaksanakan pada tanggal 31 oktober 2012, pada hari rabu yang bertempat di laboratorium sumber daya hutan pada pukul 12.30 samapai dengan selesai.

 

 

3.2. ALAT DAN BAHAN

           

ALAT

  • BUKU GAMBAR A3
  • ALAT TULIS
  • GUNTING
  • SLOTIP

 

BAHAN

  • KELAPA
  • SAWIT
  • PINANG
  • MELINJO
  • AGATHIS ALBA
  • SALAK
  • PINUS

 

3.3.  PROSEDUR KERJA

  1. Disiapkan alat dan bahan
  2. Ditempatkan objek pada buku gambar
  3. Dituliskan klasifikasi masing-masing pada objek
  4. Diamati dan ditulis

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

 

NO

GAMBAR

PEMBAHANSAN

1

 

 

Tanaman ini termasuk paada tanaman coniferales dan termasuk kedalam familia araucariaceae. Pinang merah ini bijinya bijinya bewarna merah dan bentuk daunnya sama dengan bentuk pinang  biasa.

2

 

 

Kelapa termasuk pada tanaman cycadales yang jumlah ouli dua atau lebh pada tiap megasporofil.

3

 

 

Cemara termasuk kepada tanamana coniferales yang pohonnya berkayu yang bentuk daunnya menjarum.

 

4

 

 

Pinus termasukpada tanaman coniferales. Pada familia pinaceae, pohonnya berkayu yang bentuk daunnya jarum berkelompok atau serupa sisik sebuksari dengan dua gelembung udara.

 

 

 

 

NO

GAMBAR

PEMBAHASAN

5

 

 

 

Tanamn melinjo ini termasuk tanaman cycadales yang mirip palma berbentul pohon semak.

 

6

 

 

Tanamn aren ini termasuk tanaman cycadales beruoa pohon dengan pertunangan daun sejajar . batang tidak bercabang daunnya majemuk

 

 

 

7

 

 

Tanaman damar ini termasuk tanaman coniferales dan termasuk kedalam tanaman yang berfamili Arau canaceae yang mengandung resin. Daun tersusun spiral atau 2 tingkat.

 

 

8

 

 

Tanaman kelapa sawit ini termasuk tanaman cycadales. Pertulangan daunnya sejajar batang dan daunnya majemuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

KLASIFIKASI

 

  1. CAMARA

 

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Coniferophyta

Kelas               :  Pinopsida

Ordo                :  Pinales

Famili              :  araucarlaceae

Genus              :  Araucaria

Spesies            :  Araucaria heterophyta

 

  1. PINANG MERAH

 

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Liliopsida

Ordo                :  Aracales

Famili              :  Aracaceae

Genus              :  Cyrtantachya

Spesies            :  Cyrtantachya lakka

 

  1. AREN

 

Kingdom         :  Palantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Liliopsida

Ordo                :  Aracales

Famili              :  Aracaceae

Genus              :  Arenga

Spesies            Arenga  pinnata

 

  1. KELAPA

 

Kingdom         :  Palantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Liliopsida

Ordo                :  Aracales

Famili              :  Aracaceae

Genus              :  Cocos

Spesies            Cocos  nurifera

 

  1. DAMAR

 

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Coniferrohyta

kelas                :  Pinopsida

Ordo                :  pinales

Famili              :  Araucaria

Genus              :  Agathis

Spesies            :  Agathis damara

 

  1. MELINJO

 

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Gnetophyta

Kelas               :  Gnetapsida

Ordo                :  Gnetelese

Famili              :  Gnetoceae

Genus              :  Gnetum

Spesies            :  Gnetum gnemon

 

  1. KELAPA SAWIT

 

Kingdom         :  Palantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Liliopsida

Ordo                :  Aracales

Famili              :  Aracaceae

Genus              :  Elacia

Spesies            Elacia  guinensis

 

  1. PINUS

 

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Coniferrohyta

kelas                :  Pinopsida

Ordo                :  pinales

Famili              :  Pinaceae

Genus              :  Pinus

Spesies            :  Pinus merkusi

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN

 

Adapun  kesimpulan pada pratiku kali ini ialah :

  • Coniferales artinya tumbuhan pembawa kerucut, karena alat reproduksi jantan atau betina berupa strobilus. Ada dua strobilus, yaitu strobilus biji atau strobilus betina dan strobilus jantan strobilus serbuk sari
  • Cycadales Ordo ini dicirikan dengan bentuk dan susunan daun yang mirip dengan pohon palem. Batang tidak bercabang, akar serabut, dan ujung daun mudanya menggulung seperti daun tumbuhan paku muda, termasuk dalam tumbuhan berumah dua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Djamuri,edje.dkk.2000. DIKTAT KULIAH DENDROLOGI. Laboratorium ekolog hutan. ITB Bogor

 

  • Soepomo.1987. MORFOLOGI TUMBUHAN. Pt.Gajah Muda University Press. YOGYAKARTA