LAPORAN PRATIKUM FISIKA

PENGGUNAAN ALAT-ALAT UKUR

 

Dosen :

Drs. N A S R I M.Z,MS

Oleh : Kelompok VI

Kelas M2

  1. YOGA RANANDA                     D1D011118
  2. M.KHOTIBUL FITRAH              D1D011119
  3. ENGGI EDIANSYAH                 D1D011116
  4. VIKTOR ANDRIANO                 D1D011117
  5. ROZI YULIANDRI                      D1D011120
  6. PUTI NILAM CAHYO                D1D011115

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2012

PENGGUNAAN ALAT-ALAT UKUR

 

 

  1. TUJUAN
  • Dapat  memakai alat-alat ukur .
  • Dapat  membaca skala dengan teliti.

 

 

  1. ALAT DAN BAHAN

ALAT :

  • Mistar biasa
  • Jangka sorong
  • Micrometer skrup

BAHAN :

  • Kotak alat
  • Balok kayu
  • Silinder logam
  • Bola besi
  • Bola kaca

 

 

  1. PRINSIP TEORI

 

Pada pratikum kali ini alat yang digunakan dalam pengukuran ini yaitu alat mistar, ukur jangka sorong dan mickrometer sekrup.

  1. 1.      Mistar

 

Ada beberapa jenis mistar sesuai dengan skalanya. Mistar yang skala terkecilnya 1 mm kita sebut mistar berskala mm. Mistar yang skala terkecilnya 1 cm kita sebut dengan mistar berskala cm. Satu bagian skala terkecil mistar ini adalah 1 mm atau 0,1 cm. Oleh karena itu ketelitian mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm

 

 

 

  1. 2.      Jangka Sorong

 

Jangka sorong dalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. keuntungan pengggunaan jangka sorong adalah dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng, diameter dalam sbuah tabung atau cincin, maupun kedalam sebuah tabung.

Secara umum, jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala nonius yang terdapat pada rahanng geser.

Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm, dengan kata lain jarak skala utama yang saling berdekatan dalah 0,1cm. sedangkan sepuluh skala nonius memiliki panjang 0,9 cm. jadi beda satu  skala utam dengan satu skala nonius dalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01 cm atau 0,1 mm. sehingga skala terkecil dari jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

Ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil. Jadi ketelitian jangka sorong adalah : ½ x 0,01 cm = 0,05 cm.

Adapun bagian – bagian dari Jangka sorong yaitu :

a. pengukuran dalam

b. skala nonius (inchi)

c. mur penencang

d. batang pengukur

e. batang geser

f. skala onius (mm)

g. rahang bergerak

h. pengukuran dalam

i. batang kedalaman

j. rahang tetap

 

  1. Mengukur diameter luar

Untuk mengukur diameter luar sebuah benda dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

  • Geserlah rahang jangka sorong kekanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang (antara rahang geser dan rahang tetap)
  • Letakkan benda yang akan di ukur diantar kedua rahang.
  • Geserlah rahang geser kekiri sedemikian sehingga benda yang diukur terjepit oleh kedua rahang
  1. Mengukur diameter dalam

Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

  • Geserlah rahang geser jangka sorong sedikit kekanan.
  • Letakkan benda yang akan diukur sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong masuk kedalam benda tersebut
  • Geserlah rahang geser kekanan sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong menyentuh kedua dinding dalam benda yang diukur.
  1. Mengukur kedalaman

Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

  • Letakkan benda yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak.
  • Putar jangka (posisi tegak) kemudian letakkan ujung jangka sorong ke permukaan benda yang akan diukur dalamnya.
  • Geserlah rahang geser kebawah sehingga ujung batang pada jangka sorong menentuh dasar tabung.

3. Mikrometer Sekrup

 

Mikrometer merupakan alat untuk mengukur ketebalan suatu benda. Pada industri – industri modern, dituntut ketelitian dari alat – alat ukur untuk mengukur pekerjaan yang presisi. Jangka sorong tidak dapat dipergunakan untuk pembacaan dengan ketelitian 0,01 mm dengan tepat. Maka dibuatlah Mikrometer, sebab dengan micrometer dapat mengukur dari ketelitian 0,01 mm sampai 0,002 mm. Kekurangan dari micrometer ini adalah jarak pengukurannya pendek, hanya sampai 25 mm(bagian luar micrometer).

 

Mikrometer terdiri dari bentuk dasar bingkai U dengan landasan tetap, pada cabangnya terdapat batang pengukur dan pada ujungnya terdapat rahang bergerak, dan melalui cabang lain dari bingkai U, terdapat bidal/sarung pengukur yang terpasanga pada batang pengukur.

 

Putaran dari bidal/sarung pengukur tersebut menyebabkan batag pengukur berputar berputar pada sumbu yang sama. Tingkatan ukuran pada bidal/sarung pangukur dan pada laras skala dapat dibaca sebagai jarak antara dua permukaan yang diukur. Bimgkai dilindungi oleh penahan panas yang terbuat dari plastic untuk menghindari panas yang timbul langsung ari badan. Gigi geser menjamin meretanya tekanan dan menyebabkan pengukuran bebas dari ‘sentuhan/touch operator’.

 

Sifat – Sifat Teknik dari Mikrometer :

 

1. Batang Mikrometer, dibuat dari baja campuran yang dikeraskan dengan baik. Tegangan – tegangan didalamnya dihilagkan atau dikurangi, ulir – ulir digerinda beberapa kali pada mesin – mesin gerinda yang presisi. Kerataan dan kesejajaran dari permukaan – permukaan ukur diperiksa dengan lena datar untuk menjamin ketelitian yang tinggi. Permukaan – permukaan ukur sering menggunakan baha “tungsten carbida”.

 

2. Mur pengatur dan lengan pengarah (guide – sleeve) digunakan untuk mengarahkan batang micrometer dengan baik, mur pengatur ini juga digunakan unuk mengatur agar getaran pada batang mikrometer dapat dikurangi., sehingga benda dapat diam pada rahang mikrometer.

 

Pembagian pada Mikrometer :

 

Laras mempunyai skala untuk sejumlah milimeter dan skala yang lain untuk setengah millimeter, dan sarung pengukur dibagi kedalam 50 bagian melingkar. Kisar pengukur pada mikrometer biasanya 0,5 mm, satu putaran dari batang pengukur dapat menyebabkan batang pengukur tersebut bergerak 0,5 mm, arah memanjang.

Satu putaran penuh dari sarung pengukur adalah 0,5 mm, maka :

1 bagian = 0,5mm : 50 = 50/100 : 50 = 1/100 mm = 0,01 mm.

Pembacaan ukuran :

Jumlah (mm) pada laras skala + Tengahan (mm) + Perseratusan (mm) pada sarung pengukur.

 

 

 

  1. D.       PROSEDUR PERCOBAAN
    1. Diukur panjang,lebar dan tinggi dari kotak alat dengan menggunakan mistar biasa
    2. Diukur panjang,lebar dan tinggi dari balok kayu dengan jangka sorong.
    3. Diukur diameter dan tinggi silinder logam dengan jangka sorong
    4. Diukur diameter bola besi dan bola kaca dengan memakai micrometer skrup.
    5. Diulangi percobaan 1,2,3,dan 4 sebanyak 3 kali ulangan
    6. Dibuat dalam satu tabel hasil pengukuran yang telah diperoleh.

 

 

 

 

  1. E.   DATA PENGAMATAN

 

Alat Ukur

 

Objek Hasil pengukuran
Mistar Biasa Kotak Alat P1= 25,5 mm         P2= 25,5 mm          P3 =25,5 mm

L1=10,2 mm          L2= 10,2 mm         L3= 10,2 mm

T1= 2  mm             T2= 2 mm              T3= 2 mm

Jangka Sorong a.Balok Kayu

 

 

 

b.Silinder Logam

P1 = 110,50 mm     P2 = 110,40 mm       P3 =110,60 mm

L1 =70,90 mm        L2 = 70,90 mm     L3 = 80,15 mm

T1 = 50,70 mm       T2 = 60,00 mm     T3 = 50,80 mm

 

D1 = 1,40 mm       D2 = 1,60 mm       D3 =1,60 mm

T1 = 3,00  mm       T2 = 3,00 mm       T3 = 3,00 mm

Mikrometer Skrup a.Bola Besi

 

b.Bola Kaca

D1 = 9,7 mm          D2= 9,7 mm         D3 =9,6 mm

 

D1 = 15,71 mm        D2 = 15,74 mm      D3 =15,62 mm

 

  1. F.   TUGAS
    1. Dihitung semua rata-rata hasil pengukuran
No Objek Panjang Lebar Tinggi Diameter

 

1 Kotak alat 25,5 mm 10,2 mm 2 mm
2 Balok kayu 110,5 mm 73,98 mm 53,83 mm
3 Silinder logam 3,00 mm 1,53 mm
4 Bola besi

 

9,67 mm
5 Bola kaca

 

15,69 mm

 

 

 

 

  1. Dihitung volume kotak alat,balok,silinder,bola kaca,dan bola besi
No Objek Volume

 

1 Kotak alat 520,2 mm3

 

2 Balok kayu  

440048,94 mm3

3 Silinder logam

 

 

3,60 mm3

4 Bola besi  

473,21 mm3

5 Bola kaca  

2021,37 mm3

 

  1. G.  KESIMPULAN

 

  • Pengukuran merupakan suatu kegiatan yang menunjukakan perbandingan langsung dari benda yang diukur langsung dengan beberapa skala asli.
  • Setiap alat ukur mempunyai ketelitian yang berbeda.
  • Satu bagian skala terkecil mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm.
  • Jangka sorong dalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm.
  • Ketelitian dari skala nonius ada bermacam – macam, diantaranya : dalam millimeter (mm) :1/10 = 0,1 mm; 1/20 = 0,2 mm; dan 1/50 = 0,05 mm.dan dalam inchi :1”/128, dan 1”/1000.
  • Mikrometer merupakan alat untuk mengukur ketebalan suatu benda yang dapat mengukur dari ketelitian 0,01 mm sampai 0,002 mm.
  • Kekurangan dari micrometer ini adalah jarak pengukurannya pendek, hanya sampai 25 mm(bagian luar micrometer).