LAPORAN PRATIKUM FISIKA

PRISMA GELAS

 

 

DISUSUN OLEH :

KEHUTANAN M2

KELOMPOK 6

 

YOGA RANANDA                             D1D011118

M. KHOTIBUL FITRAH                  D1D011119

PUTI NILAM CAHYO                      D1D011115

ENGGI EDIANSYAH                        D1D011116

VIKTOR ANDRIANO                       D1D011117

ROZI YULIANDRI                            D1D011120

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2012

 

PRISMA GELAS

 

  1. A.    TUJUAN

 

  • Mengenal prisma beserta sifat-sifatnya.
  • Menentukan sudut deviasi

 

  1. B.       ALAT DAN BAHAN

 

  • Prisma gelas
  • Kertas HVS atau buku gambar
  • Busur derajat
  • Jarum pentul 4 buah
  • Mistar 30 cm
  • Paku payung
  • Triplek 25 x35 cm
  • Pensil runcing

 

  1. C.      PRINSIP TEORI

            Jika seberkas cahaya datang dan membentuk sudut terhadap permukaan, maka berkas cahaya tersebut ada yang dibelokkan sewaktu memasuki medium baru tersebut, dimana pembelokan itu disebut dengan pembiasan. Indeks bias atau indeks bias suatu zat adalah ukuran dari kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Hal ini dinyatakan sebagai rasio dari kecepatan cahaya dalam vakum relatif terhadap yang dalam medium  dipertimabangkan.

Sebagai media keluar cahaya, seperti udara, air atau gelas, juga bisa mengubah arah propagasi dalam proporsi ke indeks bias ( Hukum Snell).  Indeks bias bahan bervariasi dengan frekuensi cahaya yang terpancar .Yang melatar belakangi peneliti melakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui indeks bias dan membandingkan sudut deviasi hasil pengamatan dengan sudut deviasi hasil pengukuran.

 

Prisma adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang datar yang membentuk sudut tertentu satu sama lain.Prisma merupakan salah satu benda optik yang dapat menguraikan sinar putih (polikromatik) menjadi sinar-sinar penyusunnya.Sudut pembias prisma (). Sudut pembias prisma ini dibentuk oleh kedua bidang pembias prisma. Atau disebut juga sudut puncak prisma.
A. Sinar datang dari medium (n1) menuju medium kaca/prisma dengan sudut datang i1 mengalami pembiasan pertama kali dengan sudut bias r1.
B. Sinar datang dari prisma/kaca keluar dari medium (n1) dengan sudut datang i2 akan dibiaskankedua kali dengan sudut bias r2.

 

Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan. Hal ini membuktikan bahwa Cahaba putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan berbeda-beda panjang gelombang. Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk antara perpanjangan sinar yang menuju prisma dengan perpanjangan sinar yang keluar dari prisma.

Pembiasan pada Prisma yang terbuat dari kaca

 

Pembiasan pada prisma merupaka proses pembiasan biasa tetapi terjadi dua kali, yaitu pada saat sinar mengenai sisi prisma yang kiri (I) dan pada saat sinar akan keluar dari prisma atau sisi yang kanan (II), sehingga kaidah-kaidah pembiasan Snellius dapat diberlakukan pada peristiwa ini.

 

 

 

Keterangan :

β = sudut pembias prisma (sudut puncak)

i1 = sudut datang cahaya pada sisi I prisma

i2 = sudut datang cahaya pada sisi II prisma

r1 = sudut bias cahaya pada sisi I prisma

r2 = sudut bias cahaya pada sisi II prisma

n2 = indeks bias prisma

n1 = indeks bias sekeliling prisma.

 

Sudut Deviasi  

 

 

Gambar 2.1 menggambarkan seberkas cahaya yang melewati sebuah prisma. Gambar tersebut memperlihatkan bahwa berkas sinar tersebut dalam prisma mengalami dua kalipembiasan sehingga antara berkas sinar masuk ke prisma dan berkas sinar keluar dari prisma tidak lagi sejajar.

 

Sudut yang dibentuk antara arah sinar datangdengan arah sinar yang meninggalkan prisma disebut sudut deviasi diberi lambang D. Besarnya sudut deviasi tergantung pada sudut datangnya sinar.

 

 

D = i1 + r2 – B …. (2.1)
Keterangan :

D = sudut deviasi
i1 = sudut datang pada prisma
r2 = sudut bias sinar meninggalkan prisma
B = sudut pembias prisma Besarnya sudut deviasi sinar bergantung pada sudut datangnya cahaya ke prisma.

 

Apabila sudut datangnya sinar diperkecil, maka sudut deviasinya pun akan semakin kecil. Sudut deviasi akan mencapai minimum (Dm) jika sudut datang cahaya ke prisma sama dengan sudut bias cahaya meninggalkan prisma atau pada saat itu berkas cahaya yang masuk ke prisma akan memotong prisma itu menjadi segitiga sama kaki,  sehingga berlaku :
i1 = r2 = i (dengan i = sudut datang cahayake prisma) dan
i2 = r1 = r (dengan r = sudut bias cahaya memasuki prisma).
 

Sudut deviasi minimum dapat dinyatakan:

 

dengan :
n1= indeks bias medium disekitar prisma
n2 = indeks bias prisma
B = sudut pembias prisma
Dm = sudut deviasi minimum prisma

 

 

 

 

 

 

  1. PROSEDUR PERCOBAAN

 

  1. Diletakkan kertas HVS diatas triplek/karton, klem dengan paku payung agar kertas tidak begeser.
  2. Diletakkan prisma gelas diatas HVS kemudian dengan pensil yang runcing gambarlah bentuk prisma, diberi tanda titik pada susut pembias.
  3. Diambil kembali prisma dan pada kertas gambar buat garis normal pada titik disisi AC.
  4. Diatur dan ditarik garis sinar datang ( dengan memakai busur ) sehingga membentuk sudut datang (d), 45o dengan garis normal dari sisi AC.
  5. Dipasang kembali prisma, ditancapkan jarum pentul P1 dan P2 pada sinar datang dengan jarak 2 cm . ( ditarik garis, dan tanda putus-putus sampai kedalam bidang prisma )
  6. Ditancapkan jarum pentul P3 dan P4 dimana kedua jarum kelihatan berada dalam satu garis lurus dengan bayangan P1 dan  P2 dilihat dari sisi BC.
  7. Diambil kembali prisma dan tarik garis melalui P3 dan P4 dihasilkan berkas sinar keluar, sinar datang dan sinar keluar keduanya berpotongan dan membentuk sudut devisi ( D ). Dengan garis putus-putus didalam bidang prisma yang sudah digambarkan.
  8. Ditarik garis normal melalui titik K.
  9. Diukur sudut devisi dan sudut keluar dengan busur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. DATA PENGAMATAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. KESIMPULAN

 

  • Prisma adalah zat bening yang dibatasi oleh dua bidang datar.
  • Jika seberkas cahaya datang dan membentuk sudut terhadap permukaan, maka berkas cahaya tersebut ada yang dibelokkan sewaktu memasuki medium baru tersebut, dimana pembelokan itu disebut dengan pembiasan.
  • Pembiasan pada prisma merupakan proses pembiasan biasa tetapi terjadi dua kali, yaitu pada saat sinar mengenai sisi prisma yang kiri (I) dan pada saat sinar akan keluar dari prisma atau sisi yang kanan (II),
  • Apabila sudut datangnya sinar diperkecil, maka sudut deviasinya pun akan semakin kecil.
  • Sudut deviasi akan mencapai minimum (Dm) jika sudut datang cahaya ke prisma sama dengan sudut bias cahaya meninggalkan prisma atau pada saat itu berkas cahaya yang masuk ke prisma akan memotong prisma itu menjadi segitiga sama kaki.