LAPORAN PRATIKUM DENDROLOGI

MORFOLOGI BUNGA DAN MORFOLOGI BUAH

DOSEN PEMBIMBING

Dr. Ir. HAMZAH, M.si

DISUSUSN OLEH

YOGA RANANDA

D1D1011118

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2012/2013

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Pada kehidupan sehari– hari secara tidak sadar kita selalu dikaitkan dengan tumbuhan, terutama pada buah yang biasanya kita konsumsi.Bunga  dan buah merupakan bagian dari timbuhan yang sangat penting yang tidak dapat diremehkan begitu saja. Karena bunga merupakan suatu alat untuk melakukan perkembangbiakan tumbuhan untuk menjadi individu baru, sedangkan buah adalah hasil dari proses pembuatan makanan pada tumbuhan tersebut atau merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu sendiri.

Bunga selalu mengalami modifikasi yang disebabkan oleh enzim – enzim tertentu. Sedangkan pada pembentukan buah ada kalanya bagian bunga selaian bakal buah ikut tumbuh dan merupkan suatu bagian buah.

Pada umumnya setelah terjadi pnyerbukan dan pembuahan bagian – bagian bunga selain bakal buah segera menjadi layu dan berguguran.

1.2    Tujuan

  • Mempelajari bermacam-macam sifat dan tipe bunga dan buah
  • Memepelajari bagian-bagian bunga dan buah.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Bunga

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air.

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.

Pada suatu tumbuhan ada kalanya hanya terdapat satu bunga saja, misalnya bunga coklat. Tetapi biasanya tumbuhan dapat ditemukan banyaka bunga. Tumbuhan yanag menghasilkan satu bunga saja dinamakan tumbuhan berbunga tunggal.

Berdasarkan tempat tumbuhnya  dibagi menjadi :

  1. Bunga pada ujung batang
  2. Bunga pada ketiak daun.

Bagian – bagian bunga  terdapat tangkai bunga, dasar bunga, dan hiasan bunga. Hiasan bunga terdiri dalam 2 lingkarang sususnannya, yaitu kelopak dan mahkota bunga.

Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.

2.2 Buah

Pada pembentukan buah, ada kalanya bagian bungan selain bakal buah ikut dan merupakan suatu bagian buah, sedangkan umumnya segera setelah terjadi penyerbukan dan pembuahn bagian-bagian bunga selain bakal buah segera menjadi layu dan gugur. Dengan putik sendiri dengan tegas disebut hanya bakal buahnya, karena biasanya tangkai dan kepala putiknya gugur pula seperti halnya dengan bagian-bagian yang lain.

Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur melinkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak ikut mengubah bentuk dan sifar buah itu sendiri, jadi tidak merupakan suatu bagian buah yang penting, misalanya:

a)      Daun-daun pelindung. Pada tanaman jagung daun-daun pelindung bunga betina tidak gugur dan lebih kita kenal sebagai pembungkus tongkol jagung

b)      Daun-daun kelopak. Pada terong dan jambu, masih dapat kita lihat kelopak ikut pada bagian buah.

c)      Tangkai kepala putik. Juga bagian ini sering tinggal pada buah, misalnya jagung yangkita kenal sebagai rambut jagung, juga pada macam-macam jambu masih terlihat tangkai kepala putik di bagian ujung buah.

d)     Kepala putik. Buah yang masih mendukung kepala putik ialah buah manggis, yang sekaligus dapat pula menunjukan jumlah daun dan jumlah ruangan dalam buah manggis.

Buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah atau paling banyak padanya terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur itu, umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah yang tekanjang (fruktus nodus). Buah ini juga dinamakan sebagai buah sejati atau buah sungguh.

Dalam pembicaraan sehari-hari buahnya benar seringkali tidak dikenal lagi. Apa yang dinamakan bututuahnya justru bagian bunga yang telah berubah sedemikian rupa, sehingga menjadi bagian buah yang penting. Bauh yang demikian dinamakan buah palsu atau buah semu (frutus spurius). Pada buah semu buah yang seseungguhnya seringkali tidak terlihat, karena itu buah semu juga dinamakan sebagai buah  tertutup (frutus calusus).

Pada umumnya buah hanya terbentuk sesudah terjadi penyerbuakan dan pembuahan pada bunga. Walaupun demikian mungkin pula terbentuk tanpa penyerbukan dan pembuahan, peristiwa yang demikian tersebut dinamakan partenokarpi (parthenocorpy). Buah yang terjadi seperti ini biasanya tidak mengadung biji atau jika ada bijinya tidak megandung lembaga, jadi bijinya tidak dapat dijadikan sebagai alat perkembangbiyakan. Pembentukan buah dengancarai ini lazim kita temui pada pohon pisang (Musa paradisiaca L.)

Mengikat urain di atas, buah pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :

a)      Buah semu atau buah tertutup, yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lainya pada bunga itu, yang malah menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian dan seringkali nagain buah yang bermanfaat dapat dimakan) sedangkan buah yang aslinya kadang-kdang tersembunyi.

b)      Buah sugguh atau buah telanjang, yang melulu terjadi dari bakal buah dan jika ada bagian bunga lainya masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti.

Penggolongan Buah Semu Buah semu dapat dibedakan dalam :

a)      Buah semu tunggal, yaitu buah semu yag terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagain lain bunga yang ikut membentuk buah. Misalnya : Tangkai bunga. Pada buah jambu monyet (Anacardium occidental L.) Kelopak bunga pada buah ciplukan (Physalis minimal L.)

b)      Buah semu ganda, ialah jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang dapat tumbuh secara bebas satu sama lainya dan tumbuh menjadi buah.

c)      Buah majemuk, ialah buah semu yang terjadi dalam bunga majemuk, tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka (Arcocarpus integra Merr.) dan buah keluwih (Artocapus communis Forst.)

Penggolongan Buah Sungguh (Buah Sejati)  Sama halnya dengan buah semu, buah sejari pertama-tama dapa dibedakan lebih dahulu kedalam 3 golongan, yaitu :

a)      Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang tersusun dari satu bunga dengan satu bakal buah saja, buah ini dapat berisi satu atau banyak biji dan satu atau banyak ruangan.

Contoh : Buah mangga (Mangifera indica L.) mempunyai satu ruang dan satu biji. Buah pepaya (Carica papaya L) yang terdiri dari satu ruang dan banyak biji di dalamnya. Buah durian (Durio zibethinus Murr.) yang terdiri dari banyak ruangan dan tiap ruang terdapat beberapa biji.

b)      Buah sejati ganda, yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lainya dan masing-masing bakal buah menjadi satu.

c)      Buah sejati majemuk, yaitu buah yang bersal dari satu bunga majemuk yang masing-masing bunga menjadi satu buah. Tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul sehingga seluruhnya nampak seperti satu buah saja.

BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1  Waktu dan tempat

Pratikum morfologi bunga dan buah ini dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 26 september 2012. Pada jam 12.30 WIB yang bertempat di laboratorium sumber daya hutan fakultas pertanian.

3.2  Alat dan Bahan

Alat

  • Buku gambar
  • Alat – alat tulis

Bahan

  • Bunga Kembang Sepatu
  • Bunga Dan Buah Nagka
  • Bunga Allamanda
  • Bunga Kembang Merak
  • Bunga Johar
  • Bunga Pisang
  • Bunga Mangga
  • Buah Bintaro
  • Buah Srikaya
  • Buah Tomat
  • Buah Buncis

2.3   Prosedur kerja

  1. Disiapkan alat dan bahan
  2. Dipisahkan bunga dan  buah yang di amati sesuai dengan ciri morfologi
  3. Digambar objek dengan bentuk morfologi
  4. Ditempel bunga dan  buah tersebut pada buku gamabar.

BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil pratikum ialah :

  • Tumbuhan memiliki tumbuhan yang buahnya berbiji tertutup dan biji terbuka.
  • Alat perkembangbiakan pada tumbuhan bentuk dan susunannya berbeda.
  • Bunga mempunyai alat kelamin jantan dan betina, namun apabila kedua alat kelamin terdapat dalam satu bunga disebut jiuga bung banci.
  • Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf (“berbentuk bintang”, simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
  • Buah merupakan tempat terbentuknya embrio.
  • Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur melinkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah, biasanya tidak ikut mengubah bentuk dan sifar buah itu sendiri, jadi tidak merupakan suatu bagian buah yang penting
  • Pada umumnya buah hanya terbentuk sesudah terjadi penyerbuakan dan pembuahan pada bunga. Walaupun demikian mungkin pula terbentuk tanpa penyerbukan dan pembuahan

DAFTAR PUSTAKA

  • Yudianto, suroso adi. 1992. MENGERTI MORFOLOGI TUMBUHAN. Bandung
  • Titio soepomo. Gembang . 1986 . TAKSONOMI TUMBUHAN. Jogjakarta