LAPORAN  PRATIKUM DENDROLOGI

TAKSONOMI TUMBUHAN

DOSEN PEMBIMBING :

Dr.Ir. HAMZAH . M.si

DISUSUN OLEH :

YOGA RANANDA

D1D011118

JURUSAN KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2012/2013

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Pada kehidupan sehari– hari secara tidak sadar kita selalu dikaitkan dengan tumbuhan, terutama pada buah yang biasanya kita konsumsi.Bunga  dan buah merupakan bagian dari timbuhan yang sangat penting yang tidak dapat diremehkan begitu saja. Karena bunga merupakan suatu alat untuk melakukan perkembangbiakan tumbuhan untuk menjadi individu baru, sedangkan buah adalah hasil dari proses pembuatan makanan pada tumbuhan tersebut atau merupakan cadangan makanan bagi tumbuhan itu sendiri.

Bunga selalu mengalami modifikasi yang disebabkan oleh enzim – enzim tertentu. Sedangkan pada pembentukan buah ada kalanya bagian bunga selaian bakal buah ikut tumbuh dan merupkan suatu bagian buah.

Untuk mengidentifikasi sebuah pohon dapat dilakukan dengan berbagai cara. Adapun cara yang paling populer dan paling kurang ilmiah ialah emmbandingkan atau menyamakan tumbuan yang ingin diketahui itu dengan gambar-gambar didalam manual atau dengan aterial he rbariumn ang sudah diketahui identitasnya. Cara yang paling cepat dan paling memuaskan etntunya adalah pergi ke lapangan secara langsung dengan bersama seseorang yang mengetahui benar-benar berbagai jenis tumbuhan.

Dalam cara identifikasi sebuah tumbuhan dapat kita miliki apabila terampil dalam menggunakan sebuah buku kuncinyang menyajikan alat untuk menempatkan bentuk-bentuk yang telah dilupakakn natau menemukan identitas baru

1.2.TUJUAN

  • Untuk mengidentifikasi jenis-jenis daun yang tunggal dan amjemuk
  • Untuk mengetahui tata daun pada tumbuihan

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Taksonomi tumbuhan  adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini merupakan cabang dari taksonomi.

Taksonomi tumbuhan) sering kali dikacaukan dengan sistematika tumbuhan dan klasifikasi tumbuhan. Klasifikasi tumbuhan adalah bagian dari taksonomi tumbuhan. Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat  erat dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam sistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain, taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh ini.

Ilmu taksonomi tumbuhan mengalami banyak perubahan cepat semenjak digunakannya berbagai teknik biologi molekular dalam berbagai kajiannya. Pengelompokan spesies ke dalam berbagai takson sering kali berubah-ubah tergantung dari sistem klasifikasinya.

Klasifikasi tumbuhan adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki.Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu.

Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang lebih rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya.Perbedaan antara istilah takson dengan kategori yaitu istilah takson yang ditekankan adalah pengertian unit atau kelompok yang mana pun, sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu.Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu nama takson sekaligus menunjukkan pula tingkat takson (kategori).

Ada tiga sistem klasifikasi dalam taksonomi tumbuhan yaitu sistem klasifikasi buatan, sistem klasifikasi alam, dan sistem klasifikasi filogenetik.Berdasarkan sejarah perkembangannya ketiga sistem klasifikasi tersebut dibagi menjadi empat periode yaitu periode sistem habitus, periode sistem numerik, periode sistem alam, dan periode sistem filogenetik.

Keanekaragaman Tumbuhan

Kata keanekaragaman merupakan ungkapan untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah dan sifat yang nampak pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan seperti ekosistem, jenis, dan genetik. Nilai keanekaragaman ditentukan dengan menggunakan angka indeks.Dapat dikatakan bahwa keanekaragaman merupakan suatu gejala yang dapat diamati dan bersifat universal (umum).

Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup.

Teori Lamarck dan teori Darwin mengatakan menjelaskan bahwa jenis-jenis tumbuhan maupun hewan yang ada di muka bumi ini dari masa ke masa perlahan-lahan akan berubah bentuk kebentuk lainnya. Tidak ada satu macam jenis tumbuhan yang bentuknya tetap, mlainkan dari masa ke masa akan mengalami perubahan. Melalui evolusi dari bentuk lama akan dihasilkan bentuk-bentuk baru yang mungkin bahkan menyimpang dari bentuk-bentuk sebelumnya.

Kenekaragaman dapat terjadi akibat dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik atau   faktor keturunan adalah sifat dari makhluk hidup itu sendiri yang diperoleh dari induknya. Faktor genetik ditentukan oleh gen atau pembawa sifat. Faktor lingkungan adalah faktor dari luar makhluk hidup yang meliputi lingkungan fisik, lingkungan kimia, dan lingkungan biotik. Lingkungan biotik misalnya suhu, kelembapan cahaya, dan tekanan udara. Lingkungan kimia misalnya makanan, mineral, keasaman, dan zat kimia buatan. Lingkungan biotik misalnya microoaganisme, tumbuhan,   hewan, dan manusia..

Keberadaan jumlah makhluk hidup yang luar biasa banyaknya dan semakin beranekaragam, akhirnya memunculkan disiplin ilmu dalam biologi yang disebut dengan taksonomi. Bergantung obyek yang diteliti, bilamana obyeknya adalah hewan maka diistilahkan sebagai taksonomi hewan, jika obyeknya tumbuhan maka ilmunya disebut taksonomi tumbuhan dan lain sebagainya.Penggunaan istilah taksonomi dan sistematik seringkali digunakan/ dimaknai sama, tetapi ada pula yang sedikit membedakannya.

 

 

 

 

BAB III

METODE PRATIKUM

3.1. WAKTU DAN TEMPAT

Adapun pratikum dendrologi ini dilaksanakan pada tanggal 24 oktober 2012, pada hari rabu yang bertempat di laboratorium sumber daya hutan pada pukul 12.30 samapai dengan selesai.

3.2. ALAT DAN BAHAN

ALAT

  • BUKU GAMBAR A3
  • ALAT TULIS
  • GUNTING
  • SLOTIP

BAHAN

  • DAUN KEMBANG MERAK
  • DAUN MAHONI
  • DAUN SAWO DUREN
  • DAUN PUTRI MALU
  • DAUN KACANG TANAH
  • DAUN NANGKA
  • DAUN SUKUN
  • DAUN TERAP
  • DAUN CEMPEDAK

3.3.  PROSEDUR KERJA

  1. Disiapkan alat dan bahan
  2. Ditempatkan objek pada buku gambar
  3. Dituliskan klasifikasi masing-masing pada objek
  4. Diamati dan ditulis

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

NO GAMBAR PEMBAHANSAN

Daun mahoni ini termasuk kedalam daun majemuk menyirip ganda 1.

Teridentifikasi sebagai daun mejemuk menyorip ganda 1, karena bentuknya menyirip dan dalam satu tangkai hanya terdapat 1 daun saja.

Daun kembang merak termasuk kedalam daun majemuk menyirp ganda 2.

Dalam mengidentifikasinya daun ini bisa langsung  teridentifikasi daun menyorip ganda 2, karena bentuknya menyirip dan banyak daun.

Daun kacang tanah termasuk daun majemuk menyirip ganda 2.

Daun tanaman ini buahnya mengalami pemasakan dibawah permukaaan tananh,yang tumbuhnya kearah samping.

Daun putri malu termasuk daun majemuk menyirip ganda 2.

Daun putri malu ( Mimossa pudica ) daun yang dalam satu tangkai daun terdapat beberapa daun

NO GAMBAR PEMBAHASAN

Daun sawo duren temasuk daun tunggal alternate.

Bagian bawah coklat yang genusnya diospyros

Daun nangka termasuk kedalam daun tunggal alternate.

Bagian bawahnya hijau yang genusnya artocarpus, yang dapat pula menjadi Artocarpus atilis.

 

 

 

Daun suku termasuk kedalam daun alternate.

Bagian bawahnya hijau yang termasuk daun tunggal. Dalam 1 tangkai daun hanya terdapat 1 daun saja .

Daun suku ini termasuk kedalam genus Artocarpus sama seperti cempedak, terap dan keluwih.

Daun cempedak termasuk daun tunggal alternate.

Daun tunggal alternate bagian bawanya hijau dan pengklasifikasiannya termasuk dalam genus Artocarpus.

Daun terap ada 2 macam, yaitu :

  • Daun terap nagka
  • Daun yerap yang berbentuk daunnya seperti dau sukun.

Daun ini termasuk kedalam genus Artocarpus

.

KLASIFIKASI

1.DAUN MAHONI

Kingdom         :  Plantae

Ordo                :  Sapindales

Famili              :  Maliaceae

Genus              :  switetenia

Spesies            :  Swietenia marcophylla

2.SAWO

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Magnoliopsida

Ordo                :  Ebenales

Famili              :  Ebenaceae

Genus              :  Diospyros

Spesies            :  Diospyros digyna

3.KEMBANG MERAK

Kingdom         :  Palantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Magnoliopsida

Ordo                :  Fabales

Famili              :  Caesalpiniaceae

Genus              :  Caesalpinia

Spesies            Caesalpinia  pulcherrima

4.NANGKA

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Magnoliopsida

Ordo                :  Fosales

Famili              :  Maraceae

Genus              :  Artocarpus

Spesies            :  Artocarpus heterophllus

5.KACANG TANAH

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Tracheophyta

subdivisi          :  Angiospermae

kelas                :  Magnoliophyta

Famili              :  Papilionaceae

Genus              :  Arachis

Spesies            :  Arachis hypogea

6.SUKUN

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Magnoliopsida

Ordo                :  Rosales

Famili              :  Maraceae

Genus              :  Artocarpus

Spesies            :  Artocarpus altilis

7.PUTRI MALU

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Magnoliopsida

Ordo                :  Fabales

Famili              :  Fabaceae

Genus              :  Mimosa

Spesies            :  Mimosa pudica

8.TERAP

Kingdom         :  Plantae

Divisi               :  Magnoliophyta

Kelas               :  Magnoliopsida

Ordo                :  Moraales

Famili              :  Moraceae

Genus              :  Artocarpus

Spesies            :  Artocarpus odoratissimus

BAB V

KESIMPULAN

Adapun  kesimpulan pada pratiku kali ini ialah :

  • Dalam 1 genus terdapat pula berbagai macam spesies
  • Daun tunggal alternate bagian bawah hijau ada, terap, sukun, nangka dan keluwih
  • Daun tunggal alternate bagian bawah cokelat ada sawo duren
    • Taksonomi tumbuhan  adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini merupakan cabang dari taksonomi.

DAFTAR PUSTAKA

  • Djamuri,edje.dkk.2000. DIKTAT KULIAH DENDROLOGI. Laboratorium ekolog hutan. ITB Bogor
  • Soepomo.1987. MORFOLOGI TUMBUHAN. Pt.Gajah Muda University Press. YOGYAKARTA